Appreciate Your Body


   Jujur saja, akhir-akhir ini gue mengalami yang namanya krisis percaya diri.

   Sebetulnya, bukan hidup namanya kalo kita gak dikritik dan dikomentari oleh orang lain. Tapi seiring berjalannya waktu, kita jengah juga yang namanya dikritik oleh orang lain. Bukan masalah terima atau tidak, mengakui atau tidak, tapi ini tentang bagaimana kita harus terima dan menghormati kritikan mereka. Gue suka dikrirtik dalam berbagaimacam hal, semisalnya gaya fashion, tentang nilai, tentang sikap, dan yang lain-lain. Tapi, kalau semua itu berhubungan dengan hobi dan kepribadian, gak mudah bagi gue untuk menerima kritikan tersebut.
   Belum lama ini gue pernah galau abis dan ngepost tentang Suicide di blog ini. Dari judulnya aja ngeri, suicide atau yang berarti bunuh diri. Waktu itu gue galau banget, karena kaget dengan perubahan drastis dalam hidup gue. Berat badan gue nambah! Namanya cewek, jadi kalo sudah menyangkut dengan hal berat badan atau bb, pasti langsung stress! Gue stress, karena baju-baju kuliah ada sebagian yang sudah gak pantes lagi gue pakai. Gue stress, karena setiap hari kena teguran "Kapan kurus, Far?" Dan gue juga stress, kalau setiap hari bahkan setiap waktu penambahan berat badan ini masuk dalam otak gue dan menjadi overthink karena itu. Gue stress pokoknya!
   Bukan masalah penambahan berat badan juga, tapi masalah-masalah kecil yang kadang bisa gores hati. Dari sekian banyak curhatan yang sudah tersirat dalam blog ini, pasti kebanyakan dari mereka tentang galau karena friendzone lah, galau karena jomblo lah, atau galau karena kita kurang dilirik sama orang karena kita kurang attractive atau cantik. Jujur, gue orangnya baper atau sering bawa perasaan. Jadi kebayang dong, gimana lebaynya gue kalo udah overthink? Apa lagi akhir-akhir ini banyak tugas dan masih kaku diajar oleh dosen setengah killer di kampus.
   
   Tapi...

   Beberapa hari ini gue mulai tersadar, jika semuanya akan berakhir pada waktunya. Waktu gue untuk bergalau-galau ria sudah harus diakhiri mulai dari sekarang (karena kalo bukan sekarang, well, kapan lagi?) Gue harus bangkit dan 'mem-bodoamat-kan' kritikan-kritikan orang tersebut. Being "I don't care" in every situation will give you good impact loh. So, I act "I don't care" as much as I should. Karena, kadang, kalau kita selalu pikir tentang apa yang orang bilang tentang kita, perasaan kita jadi gundah setiap waktu. Jadi kalau ada yang kritik tentang gaya hidup gue yang salah sekarang, gue gak peduli lagi. At least this is my life, and I don't like to be ruled. Mau jelek, mau benar, atau mau salah, ya itu sudah jadi urusan gue sendiri, toh pada akhirnya yang ngerasain juga gue sendiri. 
   Jadi, intinya, jika ada yang mengkritik kita, ada baiknya kalo kita saring dulu - apa yang mereka kritik. Gak mesti semua kita rubah jadi bisa dilihat enak sama orang lain. Kita ya kita, bukan mereka. Dan juga, gue juga mau bilang kalo.. 

   "Appreciate your body before the others underestimate you."

(All love, Farrah)

Posting Komentar

0 Komentar